Liburan cara baru: kenapa 2026 jadi tahun kita menjelajah negeri sendiri
Pemerintah menargetkan 1,18 miliar perjalanan wisatawan domestik pada 2026 lewat kampanye #DiIndonesiaAja. Buat saya yang lebih suka feri daripada pesawat, ini kabar yang pas.
Saya termasuk orang yang lebih sering memandangi jadwal feri daripada tiket pesawat. Jadi ketika membaca bahwa pemerintah menargetkan 1,18 miliar perjalanan wisatawan domestik sepanjang 2026, saya justru merasa lega. Sepertinya makin banyak orang mulai sadar bahwa liburan tak harus jauh dan mahal untuk terasa berkesan.
Angka yang bicara banyak
Target 1,18 miliar perjalanan itu bukan sekadar slogan. Dari Januari hingga April 2026 saja, perjalanan wisatawan domestik sudah menyentuh 417,06 juta, naik 1,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bagi negara sebesar dan seberagam Indonesia, angka ini menunjukkan bahwa mesin pariwisata dalam negeri memang sedang bergerak, pelan tapi pasti.
Semangat #DiIndonesiaAja
Dorongan ini dikemas lewat kampanye bertajuk Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja. Intinya sederhana: mengajak kita berhenti sejenak berkhayal soal destinasi luar negeri dan mulai melirik apa yang ada di halaman sendiri. Dan jujur saja, halaman kita ini luas sekali, dari pantai di barat sampai teluk sepi di timur yang namanya pun jarang terdengar.

Kenapa perjalanan lokal terasa beda
Buat saya, liburan di dalam negeri punya rasa yang tak bisa ditiru. Naik feri antarpulau, salah turun di dermaga kecil, lalu diajak ngobrol pemilik warung kopi sampai sore, itu bukan gangguan tapi justru inti dari perjalanan. Momen-momen tak terencana seperti itu yang biasanya paling lama menempel di ingatan, jauh setelah foto-fotonya terlupakan.
Manfaat yang berputar di rumah
Ada alasan yang lebih besar dari sekadar kenangan pribadi. Setiap kali kita memilih berlibur di dalam negeri, uang yang kita keluarkan berputar di tangan pemilik penginapan kecil, sopir angkutan lokal, dan pedagang di pasar. Pariwisata domestik yang sehat berarti kesejahteraan yang lebih merata, bukan hanya menumpuk di segelintir kota besar saja.
Ajakan kecil dari saya
Maka kalau 2026 memang mau dijadikan tahun menjelajah negeri sendiri, saya ikut. Tidak perlu rencana mewah atau daftar destinasi panjang. Cukup satu tiket feri, sedikit rasa penasaran, dan kesediaan untuk tersasar. Nusantara ini terlalu luas untuk hanya kita lihat lewat layar ponsel, dan tahun ini terasa seperti waktu yang tepat untuk membuktikannya sendiri.





